by

Diduga Melakukan Pemalsuan Dokumen, Oknum Ajudan Bupati Lombok Timur Dilaporkan

Selong – Liputan NTB: Salah satu oknum ajudan bupati Inisial (KA) dilaporkan kerabat dekat bupati, atas dugaan pemalsuan dokumen dan pencemaran nama baik ke Polres Lombok Timur, Senin, (15/2/21).

Muhrim Rajasa selaku pelapor didampingi penasehat hukumnya langsung menuju ruang SPKT Polres Lotim untuk menyerahkan laporan terbungkus map coklat.

Muhrim sapaan akrabnya meminta pihak Polres Lotim untuk menindaklanjuti laporan sesuai dengan aturan hukum yang ada.

Laporan tersebut diterima petugas SPKT Polres Lombok Timur, Briptu L Hendry K, diruangnya.” Laporan ini kami terima kemudian nantinya akan disampaikan ke pimpinan, untuk ditindaklanjuti”, Terangnya.

Muhrim Rajasa kepada wartawan mengatakan kedatangan dirinya ke Polres Lotim yang didampingi kuasa hukumnya melaporkan oknum ajudan Bupati Lotim yang diduga telah memalsukan dokumen dan pencemaran nama baik terhadap dirinya.

” Saya datang bersama kuasa hukum saya untuk melapor atas dugaan pemalsuan dokumen dan dugaan pencemaran nama baik,” tegasnya.

Sementara, Ia menjelaskan dirinya melaporkan dengan membawa bukti-bukti seperti tandatangannya yang diduga dipalsukan oleh oknum ajudan tersebut.

Muhrim juga menunjukkan bukti Watshap oknum dengan pengurus Ponpes Darul Guroba di Dusun Mampai, Desa Wakan Kecamatan Jerowaru tanggal 21 Februari 2019 lalu.

Pada pesan watshap itu dimana ada kwitansi sebesar Rp 25 Juta uang bantuan tersebut yang dikirim oknum ajudan tersebut ke pengurus Ponpes tersebut. Akan tapi setelah dibuka ada namanya disertai tandatangan  yang tertera di kwitansi.

Sehingga pengurus ponpes mempertanyakan kepada dirinya mengenai uang bantuan ponpes sesuai yang terteda di kwitansi itu. Sementara pada satu sisi dirinya tidak pernah menerima uang,bahkan tidak pernah menandatangani kwitansi itu.

” kedatangan saya di Polres Lotim untuk mencari keadilan,siapa yang salah dan benar harus diusut tuntas,” Ketusnya.

Muhrim juga mempertegas bahwa dirinya tidak pernah melakukan traksaksi,bahkan dikwitansi yang dikirim oknum ajudan kepada pihak ponpes itu jauh berbeda dengan tandatangan saya.

” Coba lihat tandatangan di kwitansi itu dengan di KTP saya kan beda, untuk itu saya cari keadilan dan minta kasus ini diproses lanjut,” Tegasnya.

Hal senada disampaikan kuasa hukum pelapor,Yustia Mukmin mengatakan pihaknya datang bersama klainnya untuk melaporkan oknum ajudan Bupati Lotim yang diduga telah melakukan pemalsuan dokumen (tandatangan) dan pencemaran nama baik klainnya.

Menurutnya apa yang dilakukan olek oknum ajudan bupati ini bisa kena pasal 311 ayat 1 KUHP tentang Pencemaran nama baik atau merusak kehormatan, dan pasal 263 ayat 1 KUHP tentang Pemalsuan tanda tangan dan dokumen.

” Dengan tegas Kami minta APH untuk menindaklanjuti laporan yang kami adukan ke Polres Lotim,” tegasnya.

Kemudian ditempat terpisah oknum ajudan Bupati Lotim, KA saat dikonfirmasi melalui wasthap pribadinya mengatakan biarkan saja kalau saya senyumin saja.

” Biarkan dia minta maaf sama Allah SWT,”Tutupnya.(Azzi.Red)

 

Comment

News Feed